Lulus kuliah adalah momen yang membanggakan tapi juga awal dari perjuangan baru: mencari pekerjaan.
Sayangnya, banyak lulusan baru merasa frustrasi karena sudah mengirim banyak lamaran, namun belum juga diterima kerja.
Masalahnya bukan karena mereka tidak pintar, tapi karena melakukan kesalahan kecil yang berdampak besar dalam proses mencari kerja.
Artikel ini akan membahas kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan oleh lulusan baru, serta bagaimana cara menghindarinya agar peluang diterima kerja semakin besar.
🚫 1. Hanya Mengandalkan Ijazah Tanpa Skill Tambahan
Banyak fresh graduate berpikir bahwa memiliki gelar sudah cukup untuk menarik perhatian perusahaan. Padahal, dunia kerja saat ini lebih menilai kemampuan praktis (skill) daripada sekadar nilai akademik.
Perusahaan mencari orang yang bisa langsung berkontribusi, bukan hanya tahu teori.
🔹 Solusi: Pelajari skill tambahan seperti digital marketing, data analysis, desain grafis, public speaking, atau bahasa asing — sesuai bidang yang kamu minati.
📄 2. CV Terlalu Umum dan Tidak Menonjol
Kesalahan paling sering terjadi adalah membuat CV template standar tanpa menunjukkan keunikan diri.
Banyak lulusan baru hanya mencantumkan pendidikan dan pengalaman organisasi tanpa menjelaskan hasil atau kontribusinya.
🔹 Solusi:
-
Gunakan desain CV yang bersih dan profesional.
-
Tuliskan pencapaian yang terukur, misalnya “Berhasil meningkatkan penjualan 20% selama magang.”
-
Sesuaikan isi CV dengan posisi yang dilamar, jangan kirim CV yang sama ke semua perusahaan.
🗣️ 3. Tidak Siap Saat Wawancara
Sebagian besar pelamar gagal di tahap wawancara karena kurang persiapan.
Mereka tidak memahami profil perusahaan, posisi yang dilamar, bahkan tidak tahu cara menjelaskan diri dengan meyakinkan.
🔹 Solusi:
Sebelum wawancara:
-
Riset tentang perusahaan dan nilai-nilainya.
-
Latih diri menjawab pertanyaan umum seperti “Ceritakan tentang dirimu” atau “Apa kelebihan dan kekuranganmu?”
-
Tunjukkan antusiasme dan keinginan untuk belajar, bukan hanya kebutuhan untuk bekerja.
💡 4. Tidak Membangun Jejak Digital yang Positif
Banyak perusahaan sekarang memeriksa media sosial kandidat sebelum memutuskan untuk memanggil wawancara.
Sayangnya, masih banyak lulusan baru yang memiliki postingan negatif, atau bahkan tidak punya profil profesional sama sekali.
🔹 Solusi:
-
Buat akun LinkedIn dan isi dengan lengkap (foto profesional, deskripsi singkat, pengalaman).
-
Gunakan media sosial untuk berbagi hal positif atau karya pribadi.
-
Hindari unggahan yang bisa menurunkan citra profesional seperti ujaran kebencian atau foto yang tidak pantas.
⏰ 5. Terlalu Cepat Menyerah
Mendapatkan pekerjaan pertama memang tidak mudah. Namun banyak lulusan baru mudah putus asa setelah beberapa kali ditolak.
Padahal, dunia kerja butuh ketekunan dan konsistensi — bahkan orang yang sukses pun sering gagal berkali-kali sebelum berhasil.
🔹 Solusi:
Anggap setiap penolakan sebagai pelajaran. Evaluasi CV, keterampilan, dan cara wawancaramu.
Terus tingkatkan kemampuan dan jangan berhenti mencoba.
🚀 Kesimpulan
Kesulitan mendapatkan pekerjaan bukan berarti kamu tidak kompeten, tetapi mungkin karena belum memahami cara menampilkan nilai dirimu dengan benar.
Hindari kesalahan umum di atas, terus belajar, dan tetap percaya bahwa kesempatan selalu datang bagi mereka yang siap.
Ingat, perusahaan tidak hanya mencari orang yang pintar, tapi juga yang mau berkembang.

Comments
Post a Comment